• Home
  • Berita
  • Bapera Kibarkan Merah Putih di Pulau Terluar Indonesia, Pulau Bengkalis

Bapera Kibarkan Merah Putih di Pulau Terluar Indonesia, Pulau Bengkalis

Rabu, 17 Agustus 2022 16:38
BAGIKAN:
BENGKALIS - Sangsaka Merah Putih berkibar di pulau terluar Indonesia, Pulau Bengkalis, berbatasan dengan Negara Jiran Malaysia, Rabu 17 Agustus 2022.
 
Pengibaran bendera merah putih memperingati HUT ke 77 Republik Indonesia (RI) ini, digagas oleh pemuda serta masyarakat ekonomi lemah di pantai wisata Raja Kecik, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau. 
 
Apel peringatan hari kemerdekaan di pulau terluar Indonesia tersebut di pimpin oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Kabupaten Bengkalis, Dharma Firdaus, S.
 
Dharma Firdaus mengatakan, kegiatan upacara hari kemerdekan juga dilakukan di pulau terluar berada di pulau Bengkalis. Idealnya sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa para pahlawan.
 
Ucok sapaan akrab Dharma Firdaus S inipun menambahkan, Barisan Pemuda Nusantara sengaja memilih lokasi peringatan HUT ke 77 RI di pesisir pulau Bengkalis.
 
"Pulau Bengkalis merupakan pulau terluar Indonesia yang berhadapan langsung dengan Negara Malaysia. Kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa pulau kita Bengkalis bagian dari NKRI," kata Dharma Firdaus, Rabu 17 Agustusan 2022.
 
Bapera Kabupaten Bengkalis tambah Ucok, tetap terdepan menjaga kedaulatan negara bersama masyarakat.
 
"Dan satu kebanggaan bagi Bapera Kabupaten Bengkalis dapat memperingati HUT ke 77 RI bersama warga setempat. Dan pulau terluar kita ini seutuhnya ada dalam bingkai NKRI," pungkas Ucok.
 
Sementara, ketua pengelola Wisata Pantai Raja Kecik, Solihin menambahkan pelaksanaan pengibaran bendera merah putih dilakukan di ujung jembatan Datuk Bandar Jamal pantai Wisata Raja Kecik. 
 
"Intinya, kita memberi sinyal agar diberikan perhatian khusus serta tindakan cepat dalam mengatasi permasalahan yang terjadi di pulau ini. Mengingat Pulau Bengkalis, Provinsi Riau ini telah terjadi abrasi 2 kilo meter sehingga dampaknya puluhan rumah masyarkat petani, buruh dan nelayan menjadi lautan akibat abrasi tersebut," terang Solihin.
 
Paling serius lagi, telah terjadi pergeseran tebing pantai dampak dari abrasi yang mengakibatkan Zona Ekonomi Eksklusi  Indonesia ( ZEE).
 
"Artinya, wilayah kita makin mundur ke belakang atau dengan kata lain wilayah kedaulatan kita indonesia makin mengecil," pungkasnya.
BAGIKAN:
KOMENTAR