• Home
  • Sosial & Budaya
  • Sisir Buruh Desa Terjauh Selat Malaka, Polsek Bengkalis Sampaikan Pemilu Damai

Sisir Buruh Desa Terjauh Selat Malaka, Polsek Bengkalis Sampaikan Pemilu Damai

Sabtu, 06 Januari 2024 22:21
BAGIKAN:
BENGKALIS - Sekitar pukul 14.00 WIB Kapolsek Bengkalis AKP Faisal SH, didampingi Kanit Patroli Aiptu Dodi Daemanto, Kanit Intelkam Aipda Tri Mardoni dan Bhabinkamtibmas Bripka  Nanda Marden melakukan cooling sistem pemilu damai terhadap buruh pelabuhan rakyat penyeberangan masyarakat yang berada di pulau terjauh Selat Bengkalis berbatasan dengan Selat Malaka.
 
AKP Faisal SH melakukan kegiatan sambang terhadap masyarakat di pulau terluar yang berada di Desa Ketam Putih dengan jarak tempuh lebih kurang 2 jam dari Polsek Bengkalis. Kegiatan sambang tersebut dilakukan Kapolsek Bengkalis bersama jajarannya demi menyukseskan pemilihan umum tahun 2024.
 
Pria lulusan Sekolah Inspektur Polisi Angkatan 42 ini melakukan komunikasi dengan buruh angkut kendaraan dengan menggunakan sampan atau pompong yang  bermuatan sebanyak 6 unit sepeda motor.
 
Pemilik pompong Pak Idon mengatakan bahwa setiap hari bekerja mencari rezeki dengan membawa kendaraan dari Pulau Bengkalis yang berbatasan dengan Selat Malaka ke Pulau Padang Kabupaten Meranti. Diperkirakan lebih kurang 1 Jam perjalanan yang melintasi selat Bengkalis.
 
Idon juga mengatakan bahwa setiap unit kendaraan di hargai lebih kurang 25.000, dengan risiko apabila kendaraan yang di bawa mengalami kecelakaan jatuh ke laut akan diganti rugi, sehingga untung dan risiko tidak berimbang, namun gimana lagi itula risiko yang harus dihadapi.
 
Selain itu juga Zaidir selaku buruh di Pelabuhan masyarakat Ketam Putih menjelaskan, kami disini berkerja sebagai buruh sebanyak 5 orang yang diketuai oleh Amdat dan Ki juga bergantian.
 
Selain itu Zaidir mengatakan risiko yang kita hadapi lebih tinggi dan sangat berbahaya di bandingkan dengan penghasilan yang hanya di dapat ada sebanyak 5000 per unit.
 
"Namun gimana lagi kita tidak ada kerja lagi dan ini lah kerja yang bisa menghasilkan uang untuk keluarga kita," ujar Zaidir.
 
AKP Faisal SH menghimbau kepada buruh dan pemilik pompong mari syukuri apa yang  didapatkan saat ini dan tidak perlu berputus asa dengan kondisi para buruh tapi tetap berusaha semampu kita dengan cara berusaha dan berdoa. 
 
Kapolsek Bengkalis juga mengatakan bahwa saat ini bangsa Indonesia menghadapi pemilihan umum tahun 2024.
 
"Mari kita sukseskan bersama demi kemajuan bangsa Indonesia. Dan juga jangan kita terpancing dengan isu - isu yang tidak benar ( hoaks)," ujar pria kelahiran daerah Kampar ini.(rilis Polsek Bengkalis)
BAGIKAN:
KOMENTAR