• Home
  • Olahraga
  • Rumah Ketua FPTI Dijadikan Sarana Latihan Atlit

Rumah Ketua FPTI Dijadikan Sarana Latihan Atlit

Senin, 21 Maret 2016 17:50
BAGIKAN:

MERANTI - Pengurus Cabang (Pengcab) Federasi Panjat Pinang Tebing Indonesia (FPTI) kelimpungan melatih para atlitnya. Pasalnya, fasilitas yang menjadi pendukung atlit berlatih sangat minim, salah satunya seperti sarana latihan.

Walaupun demikian, Pengcab FPTI tidak putus asa begitu saja. Mereka terus berupaya mengakali dengan cara mengalihfungsikan ruangan rumah menjadi sarana boulderan, agar para atlitnya dapat ikut melaksanakan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Panjat Tebing Provinsi Riau di Pekanbaru bulan Mei mendatang.

Sarana itu memanfaatkan dinding ruang sekretariat FPTI yang notabene masih menumpang di rumah Ketua Umum, Hardiyanto, di Jalan Banglas Selatpanjang. Dengan anggaran swadaya, para pengurus merubah dinding dan plafon ruangan sebagai sarana menempel poin-poin panjat.

"Walau kurang representatif, tapi setidaknya kita punya sarana latihan buat atlit," kata Hardiayanto, saat ditemui di kediamannya, akhir pekan lalu.

Hanya saja menurutnya sarana boulderan itu tidak bisa maksimal digunakan oleh para atlit untuk latihan karena belum dilengkapi dengan matras atau alas bagi atlit jika terjatuh saat memanjat. Hal itu, kata Anto, masih menjadi kendala bagi pengurus karena keterbatasan anggaran untuk pengadaan matras tersebut.

"Atlit kita jadi ragu-ragu saat memanjat. Jadi mereka tidak lepas dan akhirnya kurang fokus. Matras itu ukurannya 1x2 meter, harga satuannya lebih kurang Rp 1,7 juta. Kita butuh sekitar 6 buah," ujarnya.

Lebih jauh diterangkannya, Pengcab FPTI Meranti sudah menyumbang cukup banyak medali untuk daerah ini dalam berbagai kejuaraan, termasuk mewakili Riau dalam PON lalu. Jadi sudah selayaknya Pemkab melalui instansi terkait memberikan perhatian yang lebih pula.

"Yang sangat mendesak bagi atlit kita sekarang ini ya ketersediaan matras. Kita tidak mau atlit kita celaka gara-gara tidak safety. Jika dalam waktu dekat ini tidak ada solusinya, kami akan menemui Bupati Irwan langsung untuk mengadu," ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kepulauan Meranti, Ishak Izrai, saat mengunjungi Sekretariat FPTI, akhir pekan lalu, mengakui bahwa pengadaan sarana olahraga termasuk kebutuhan matras oleh para atlit merupakan tugas dinas yang dipimpinnya. Hanya saja, kata Ishak, keterbatasan anggaran akibat pemotongan menjadi kendala pihaknya.

"Yang jelas masalah ini akan menjadi pikiran kami bagaimana mencari solusinya. Kalau perlu nanti semua pihak gotongroyong untuk menyelesaikan masalah ini," tutupnya. (eaf)

BAGIKAN:
KOMENTAR